Make your own free website on Tripod.com
  Peledakan Bom
From: "Budi Soetjipto" <bsoetjipto@hotmail.com>
Date: Sun, 24 Dec 2000 12:02:08
Subject:  [kanisius_alumni] Gereja di Jakarta Serempak Dibom


Note: Perlukah PAKKJ mengeluarkan semacam surat penyesalan untuk menunjukkan kepada publik keprihatinan para alumni? Apalagi salah satu bom yang meledak berada dekat sekali dengan sekolah kita.

----------------------------------------------------------

Pukul 21.00 WIB, Gereja di Jakarta Serempak Dibom

24/12/2000 23:26 Diperkirakan pada malam Natal ini sudah empat bangunan gereja yang terkena teror bom. Sementara itu, sebanyak dua orang tewas, belasan luka-luka dan sembilan unit mobil hancur.

Liputan6.com, Jakarta: Beberapa ledakan bom terjadi di halaman sejumlah gereja di Jakarta saat berlangsung misa perayaan Natal, Ahad (25/12) malam ini secara serempak. Menurut informasi terkumpul, rumah ibadah umat Kristen Katholik dan Protestan yang terkena ledakan adalah Gereja Katedral di Jalan Lapangan Banteng dan Gereja Kanisius, Menteng di Jakarta Pusat. Sementara dari kawasan Jakarta Timur, Gereja Santo Yoseph, Matraman, Gereja Koinonia, Jatinegara, dan Gereja Persekutuan Oikumene, Halim juga diledakkan.

Menurut perkembangan situasi terakhir di Katedral, gereja ini diteror ledakan bom pada pukul 21.00 WIB. Ledakan yang diawali kepulan asap putih ini terjadi di jalanan di depan gedung gereja. Akibat ledakan itu, dua orang ibu dan satu orang anak kecil menderita luka pada bagian kaki. Selain itu berbagai kerusakan yang terjadi akibat ledakan mencapai radius 10 meter. Sementara sejumlah gerobak para penjual kaki lima hancur berantakan. Para korban pengeboman ini segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Peristiwa ini juga menyebabkan seorang juru kamera SCTV Satya Pandia menderita luka di bagian kaki. Termasuk pula kamera yang dibawanya rusak berat dan tak bisa digunakan sama sekali. Pada peristiwa ledakan ini, sebuah mobil Toyota Kijang berwarna merah dengan nomor polisi B 1024 PD juga telah mengalami kerusakan berat. Kendaraan milik Lie Chio Hing, warga Perumahan Taman Alfa Indah ini masih berada di lokasi kejadian. Hingga saat ini, jenis bahan peledak masih belum bisa diidentifikasi. Sebab masih dalam penelitian Satuan Brigade Mobil dan Polres Metro Jakarta Pusat. Areal yang dipenuhi serpihan kaca mobil dan massa yang baru saja pulang melaksanakan ibadah Tarawih diisolasi dengan garis pembatas Kepolisian. Kendati peristiwa ledakan telah menimpa gereja terbesar di Indonesia ini, namun misa ketiga yang bakal dimulai pada pukul 21.00 WIB tadi tetap berlangsung. Perayaan Natal itu dipimpin oleh Romo A. Mardoko.

Sementara itu menurut informasi yang diperoleh dari Gereja Vincentius, Kramat, Jakpus, sebanyak empat orang telah menderita luka parah. Sedangkan pada peristiwa ledakan yang diduga berasal dari sebuah granat tangan yang dilemparkan ke depan Gereja Koinonia di Jatinegara, Jaktim -pada jam yang sama-telah menewaskan satu orang. Menurut Antara, korban tersebut bernama Ribut Tampubolon.

Peristiwa yang sama juga terjadi di Gereja Kanisius di Jalan Menteng Raya. Ledakan itu terjadi pada jarak sekitar 30 meter dari tempat perayaan kebaktian malam Natal. Menurut informasi, di lokasi ini telah terjadi dua kali ledakan yang berselang hanya dua menit. Diperkirakan, sudah delapan orang yang langsung diangkut ke rumah sakit terdekat. Sedangkan delapan mobil yang tengah diparkir di dua jalur di jalan itu juga telah terbakar. Beberapa saat kemudian, Gubernur DKI Sutiyoso bersama Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Makbul Padmanegara langsung muncul. Polisi mengaku telah memeriksa Ronny, pemilik mobil Honda Accord yang dicurigai terlibat dalam peristiwa pengeboman tersebut.

Peristiwa ledakan ini sebenarnya sudah sempat tercium. Sebab seorang polisi yang bertugas di sekitar Tugu Tani, Menteng, Jakpus telah menerima telepon gelap. Isinya: tak lama lagi -sekitar pukul 21.00 WIB-- Gereja All Saints Anglican Church bakal diledakkan. Polisi tadi bergeming. Namun tak sampai tiga menit kemudian, terdengar sebuah ledakan. Pusat ledakan itu diperkirakan berasal dari sebuah mobil yang diparkir di depan Gereja Kanisius, yang berjarak sekitar 200 meter dari Gereja Anglican. Seorang korban dalam peristiwa ini segera dilarikan ke RSCM.

Sedangkan di depan Gereja Santo Yoseph di Jalan Mataraman Raya, ledakan bom telah menghancurkan sebuah halte. Selain itu, tiga orang pemuda tengah berada di dalam sebuah mobil Toyota Land Cruiser bernomor polisi B 999 VO dikabarkan terluka berat. Ledakan bom di gereja ini pun terjadi sekitar pukul 20.50 WIB. Gereja ini terletak tak jauh dari halaman Kesusteran Santa Fransiscus, Jatinegara Matraman. Akibat ledakan tersebut halte bus di depan gereja rusak berantakan, termasuk puluhan mobil yang diparkir di kompleks gereja. Seorang korban yang bernama Ronny Renaldi warga Kayu Manis, Jaktim tewas. Para korban lainnya di areal ini dibawa ke RS Saint Carolus dan RSCM. Menurut saksi mata, bom di situ hanya terdengar satu kali ledakan saja. Jenazah Ronny kini masih berada di kamar mayat RSCM. Sedangkan seorang korban tewas yang bernama Abdul Karim warga Matraman, berada di RS Carolus.

Dalam pengamatan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Mulyono Sulaiman, ledakan bom yang terjadi di Gereja Santo Yosep ini bertujuan untuk mengganggu ibadah umat Kristiani yang tengah melakukan misa Natal. Pernyataan itu disampaikannya sesaat setelah meninjau lokasi ledakan tersebut. Kapolda mengaku belum bisa memastikan jenis bom dan kandungan di dalamnya. Dia minta agar aparat diberi kesempatan untuk melakukan penyidikan.

ooooOOoooo