Make your own free website on Tripod.com
 Rampok Gaya Baru
  Posted by Someone non alumni on Mar. 14, 2001
---- Original Message ----
Dear All,
Berikut ini adalah pengalaman pribadi saya pada hari Kamis malam tanggal 22 Feb 2001. Semoga kejadian ini dapat menjadi pedoman agar berhati-hati dalam memilih taxi dalam keadaan apapun. Meskipun kita capek, tidak enak badan, mau cepat-cepat pulang atau pergi ke suatu tujuan.
Pada hari Kamis, 22 Feb 2001 - saya pesan Blue Bird Taxi untuk stand by jam 18:00. Pada hari tersebut saya merasa capek sekali plus sakit kepala. Taxi datang 5 menit sebelum jam 18:00. Setelah pamit pulang, saya langsung menuju Hero - Cokroaminto dg Blue Bird Taxi. Blue Bird Taxi tidak saya suruh tunggu. Di Hero tidak begitu lama karena hanya beli beberapa barang saja termasuk obat sakit kepala (panadol). Dari Hero saya menyebrang jalan ke DeWasZ Laundry untuk ambil pakaian. Menunggu di Laundry agak lama karena ternyata pakaian saya masih ada di gudang. Setelah ambil pakaian saya keluar dari tempat laundry dan kebetulan ada taksi putih (saya tidak perhatikan merknya) dan saya langsung naik. Si supir bertanya ke mana saya akan pergi. Saya bilang ke Kuningan.
Memang agak aneh karena si supir melihat saya ke belakang. Biasanya supir taxi yg lain hanya bertanya dan melihat dari kaca. Jalan sebentar sekali sampai sebelum halte (halte sebelum Jl. Cianjur), taxi berhenti. Saya tanya ke supir: Kenapa Berhenti. Si supir langsung bilang: Jangan teriak dan jangan macem-macem kalo masih ingin hidup. Si supir berkata demikian sambil pindah ke belakang sambil menodongkan pisau. Pada waktu yang bersamaan 2 orang temannya langsung masuk dan duduk di depan. Si supir juga bilang kalau: Denger, saya saat ini cuma butuh uang. Saya enggak akan apa-apain kamu. Sentuhpun tidak. Si supir yg berbadan besar ini langsung memegang tangan saya dan saya copot jam tangan, kalung dan anting. Stocking sayapun disuruh lepas. Setelah stocking di lepas dia memperhatikan stocking saya dengan seksama. Kemudian dia mulai membuka tas saya dan langsung mengambil dompet saya. Pada malam itu saya hanya punya cash Rp 80 ribu. Orang itu orang Batak karena saya tau dari logat bicaranya. Dia memeriksa KTP saya dan mengambil ATM BII plus credit card CITIBANK saya. Orang tersebut mengaku bernama Alianto. Alianto ini tanya kenapa saya hanya punya cash 80 ribu. Saya bilang saya selalu bawa kartu ATM kemana-mana. Jadi buat apa bawa cash banyak-banyak. Dia juga bertanya di mana kartu ATM BCA saya. Saya bilang saya tidak punya ATM BCA. Dia tetap memaksa dan saya jawab kalau saya tidak punya ATM BCA karena tidak punya rekening di BCA. Alianto kemudian memeriksa kantong plastik HERO yg saya bawa. Isinya dilihat satu per satu kemudian memeriksa pula pakaian yang baru saya ambil dari tempat laundry. Org tsb bertanya: "Coba bilang sama saya, di mana saya bisa dapet 5 juta malem ini?". Saya bilang saya tidak punya uang sebanyak itu. Tapi org tst tidak percaya dan bertanya tentang alamat yg ada di KTP (Petojo). Kenapa saya pulang ke Kuningan bukan ke Petojo. Saya bilang kalau alamat KTP belum dirubah. Dia juga tanya kalau saya punya pacar. Saya bilang tidak punya. Tapi org tsb tidak percaya dan saya tetap bersikeras tidak punya pacar. Karena saya yakin kalau saya sembarang sebut satu nama dia akan menyuruh saya untuk telp. orang tersebut dan minta uang. Dia tanya Kuningan itu tempat apa. Saya bilang tempat kost. Dia juga tanya ada berapa orang yg tinggal di kamar kost saya. Saya bilang 2 orang. Sebenarnya saya tinggal sendiri tapi ada 2 lemari pakaian di dalam kamar saya. Dia bilang saya harus jujur kalau masih mau hidup. Dia minta nomer PIN atm dan citibank. Terpaksa saya berikan. Dia tanya di dalam kamar saya ada barang apa saja. Saya sebutkan apa adanya. Alianto menyuruh saya untuk menghubungi orang di kos saya dan mengatakan kalau nanti ada org bernama Alianto yg akan mengambil barang. Oleh sebab itu, mereka harus memberikan kunci kamar saya dan juga saya disuruh berpesan kepada penjaga kos (Wawan) supaya tidak menunggu di depan pintu kamar saya pada waktu Alianto mengambil barang. Dia ambil hp saya dan tanya nomernya berapa, apakah saya pakai kartu simpati. Saya bilang saya pake kartu telkomsel. Taxi kemudian berhenti di suatu tempat. Sebelum turun Alianto masih berpesan pada 2 temannya agar menjaga saya supaya tidak lari dan juga berpesan kalau ternyata informasi yg saya berikan tidak benar supaya langsung menusuk saya dengan pisau yang sudah ada di tangan orang yg pindah ke belakang. Kemudian saya dibawa putar-putar sampe di suatu tempat. Saya tidak boleh nengok ke belakang. Saya sadar di belakang ada nomer taksi. Taxi akhirnya berhenti dan pada waktu itu saya tanya dimana dan katanya itu di sunter. Menunggu lama sekali rasanya, sampai tiba-tiba hp saya berbunyi dan diangkat oleh yg menyupir. Rupanya Alianto yg menelpon dan memberitahukan bahwa dia baru saja selesai mengambil BII atm dan Citibank dan akan menuju ke kost saya. Kami menunggu di sunter lama sekali dan tiba-tiba saya ingin buang air kecil. Saya bilang ke dua org tersebut dan mereka menjawab tidak bisa. Kemudian ada telp dari Alianto dan si supir berkata: "OK, udah boleh gua buang nih sekarang". Pada waktu itu saya pikir saya akan dibuang ke rawa-rawa atau di jalan tol. Tapi ternyata saya turun bersama org yg duduk di samping saya dan saya diharuskan menggandeng dan berlaku seperti layaknya org pacaran. Org tersebut mengancam sebelum turun dari taxi, saya sama sekali tidak boleh nengok ke belakang. Dia suruh saya pilih mau mati ditusuk pisau atau mati ditabrak mobil. Dengan terpaksa saya menuruti keinginannya. Org tersebut menyeberangkan saya sampai ke seberang jalan dan saya sempat bilang: Kamu rampok saya gak apa-apa tapi saya gak mau kalo mesti naik sembarang taxi. Org tersebut bilang kalau dia akan memanggil taxi yg bagus untuk saya. Kebetulan ada 2 taxi kosong pada waktu itu, Star Queen dan Blue Bird. Org tersebut memanggil Blue Bird Taxi untuk saya. Begitu saya ada di dalam Blue Bird Taxi saya minta supaya supir segera mengunci pintu dan saya menangis.... saya ceritakan kejadian yg baru menimpa saya ke supir blue bird dan langsung menuju ke rumah kakak saya. saya akan tinggal di rumah kakak saya untuk sementara.
Hari Sabtu pagi saya pergi ke kost bersama Ibu dan kakak saya, barang-barang elektronik sudah habis, pakaian kerja diambil semua, luggage besar juga diambil, hand bags dan tas travelling yg berisi barang-barang saya juga diambil, asesoris yang palsu dan asli juga diambil. Yg tersisa hanya pakaian casual, sepatu dan barang-barang lain.
Saya bersyukur dan berterima kasih kepada TUHAN YME karena saya tidak dilukai atau diperkosa. Mereka tidak menyentuh saya sedikitpun. Mohon di ingat sekali lagi untuk para wanita yang sering menggunakan taxi untuk bepergian, agar selalu berhati-hati dan waspada dalam keadaan apapun saat MEMILIH TAXI. Kerugian materi bisa dicari tapi yang lain??
Salam hormat,
Lena Handjaja